Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos

SMPN 2 Penebel 60 Peresen Lingkungannya hijau berbasis Tanaman, jadi dalam perawatannya menghasilkan tumpukan sampah organic yang berlimpah setiap harinya. Oleh sebab itu dalam kurukulum merdeka sekolah mengadakan proyek untuk mengolah sampah organic tersebut menjadi produk yang lebih tepat guna yaitu . Cara membuat pupuk kompos bisa dilakukan dengan menggunakan bahan daun kering atau basah serta berbagai sampah rumah tangga jenis organik. Contoh sampah organik itu seperti kulit buah, potongan sayuran sisa, kulit telur, dan lain sebagainya. Pupuk kompos berguna untuk penyubur tanaman dan buah. Umumnya kompos terbuat dari bahan organik yang mengandung karbon dan nitrogen, dua unsur yang dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh subur.
Fungsi pupuk kompos adalah meningkatkan daya ikat tanah terhadap air. Dengan begitu, air akan tersimpan lebih lama di tanah dan berguna untuk mendukung kesuburan tanaman. Tanah yang banyak komposnya akan gembur, serta mencegah kering sehingga akar tanaman lebih sehat dan mudah tumbuh. Kompos juga kaya humus yang baik untuk peningkatan hara makro dan mikro di media tanam sehingga memperbanyak aktivitas mikroba di tanah. Bahan pupuk kompos biasanya diambil dari limbah sampah organik (dedaunan, kulit buah, sayur, jerami, alang-alang, rumput, dedak padi, batang jagung, dll). Bahan-bahan dari sampah organik itu lantas diolah bersama berbagai mikroba (bakteri, jamur, ragi) dan hewan tanah lainnya yang membantu melakukan pembusukan dan penguraian. Merujuk pada laman DLH Tabanan, sisa limbah rumah tangga seperti kulit telur, ampas kopi, kotoran hewan (ayam/kambing/sapi) juga bisa ditambahkan dalam pembuatan pupuk kompos
1. Alat dan bahan membuat pupuk kompos: Wadah untuk tempat pupuk kompos disimpan. Wadah bisa berupa ember besar atau tong beserta penutupnya; Sampah rumah tangga seperti dedaunan, potongan sayur (mentah), kulit buah, kulit telur, dll; Tanah; Air secukupnya; Sekam atau arang (optional) Kapur pupuk Cairan EM4.
2. Cara membuat pupuk kompos di rumah: Masukkan tanah ke dalam ember atau tong hingga dasarnya tertutup; Masukkan sampah organik yang telah dipotong kecil ke dalam tong; Tutup dengan tanah kembali dengan ketebalan yang tidak terlalu tinggi; Siram dengan air di permukaan tanahnya secukupnya saja; Masukkan arang sekam di atas lapisan tanah serta taburi dengan kapur pertanian; Jika tidak ada, arang tidak perlu dipakai; Siram kembali dengan air campuran EM4; Tutup lagi dengan lapisan tanah; Tutup wadah tong rapat-rapat Simpan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari hingga 3 pekan. Jika bentuk pupuk sudah menjadi seperti tanah gembur, pupuk kompos siap digunakan. Pastikan bahan organik pembuat pupuk kompos tidak bercampur dengan plastik, kaca, aluminium, kaleng, botol, dan kertas aluminium foil. Ketika masa pengomposan dilakukan, pastikan tong tidak kemasukan atau terendam air hujan.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang
- Apa Itu Pemanasan Global
- Keuntungan dan Manfaat menggunakan e-Learning bagi Guru dan Siswa
- Tujuan & Manfaat Website bagi Sekolah
- Cara Belajar Efektif
Kembali ke Atas


